RSS

RESUME: Hukum Kekerabatan

16 Jan
Anak Anak Abah

Image by rizalis (malaysian macro team) via Flickr

 A. HUBUNGAN ANAK DENGAN ORANG TUANYA

1. Adaya pembedaan hubungan antara hubungan kekerabatann sebagai pengertian umum dan hubungan anak dengan orang tuanya sebagai hubungan khusus.Hal ini perlu karena : a) Di dalam struktur patrilinerar b) Di dalam stuktur matrilinerar c) Berbagai hubungan (kewajiban alimentasi ,hak untuk dipelihara ,wewnang untuk mengawinkan,hubungan –hubungan pewarisan) 2. Anak yang lahir di dalam perkawinan,beribu wanita yang melahirkannya dan berayah pria suami ibunya,penyebab kelahiran dia. 3. Tetapi berhubungan dengan itu,baik dahulu maupun sekarang orang mengenal lembaaga –lembaga yang bermaksud melepaskan ibu dan anaknyanya dari nasib yang malang itu : a) Kawin paksa dari pria dengan wanita yang menunjuknya sebagai orang yang menghamilinya(tunangan atau bukan).contoh:di Sumatra Selatan b) Kawin darurat,kawinnya sembarang pria supaya kelahiran bayinya Nanti terjadi di dalam ikatan perkawinan yang sah(Jawa:nikah tembelan;bugis:’’pattongkoh sirik’’ penutup malu. 4. Di Minahasa hubungan anak dengan pria tak kawin yang menurunkannya serupa dengan ayahnya 5. Bila seorang anak selama ikatan perkawinan diturunkan oleh pria lain daripada yang telah nikah dengan ibunya maka ayah anak itu menurut Hukum Adat ialah pria yang nikah sah ibunya(di Jawa)Di Minahasa:ayah biologis juga sebagai ayah yuridis 6. Anak –anak keturunan selir dikebelakangkan terhadap anak –anak keturunan isteri utama dalam hak atas warisan dan hak atas derajat/martabat ayahnya 7. Akibat hokum dari hubungan anak -ayah dan anak ibu ialah : a) Larangan kawin anatara ayah dengan anak perempuannya,anatra ibu dengan anak laki -laki di semua wilayah b) Kewajiban alimentasi dan hak untuk dipeihara secara timbale balik c) Jika sang ayah ada,maka ia sealu harus bertindak wali dari anaknya perempuan pada upacara akad nikah secara islam 8. Pengahpuasan,pengusiran anak laki –laki oleh ayahnya kesemuanya itu formal di berbagai lingkungan hokum.di Bali ‘’pegat mapianak’’ 9. Menitipkan seorang anak kedapa orang lain untuk dipelihara sebagai anak piara adalah suatu cara yang boleh dijalankan oleh orang tua untuk melaksanakan kewajibannya member nasfah kepada anaknya

B. HUBUNGAN ANAK DENGAN KELOMPOK-KELOMPOK KEKERABATAN/WANGSA

Anak Anak Abah

Image by rizalis (malaysian macro team) via Flickr

1. Dalam lingkungan hokum hubungan antara kelompok wangsa ayah dan anak adalah sama belaka dengan hubungan kelompok wangsa ibu dengan anak yang bersangkutan ini terdapat di dalam susunan/tertib parental 2. di beberapa lingkungan hokum lainnya terdapat tata-kewenangan social yang bersifat patrilinial atau matrilineal 3. hubungan social dari anak terhadap kelompok kewangsaaan ibunya berbeda dengan hubungan sosialnya terhadap kelompok kewagsaan ayahnya : a) pada tertib matrilineal yang social terpenting bagi si anak ialah kelompok wangsa ibunya,sebab dengan mereka itulah si anak segara bertemu di dalam segala hubungan hidupnya :larangan kawin,exogami,berlaku dalam kelompok tersebut b) pada tertib patrilineal gens si ayah memegang peranan terpenting pula 4. pada suku –suku bangsa pribumi mengenal 2 jenis perkawinan : a) perkawinan jujur,yang mengakibatkan si anak masuk ke dalam bagian gens(patrilineal)ayahnya b) perkawinan amabil anak yang mengakibatkan si anak masuk ke dalam bagian gens(patrilineal)ibunya 5. suatu tata kewangsaan segi satu dapat mempunyai corak parental tertentu ,bila : a) exogami tidak ada(Bali)atau tidak lazim lagi (Mentawai) b) perkawinan di lingkungan bagian clan dibenarkan demi pengehematan biaya(Timor-Tengah) c) perkawinan yang mengakibatkan si anak berkedudukan sama terhadap kelompok wangsa ayahnya dan kelompok wangsa ibunya(semando rajo –rajo’’ di Rejang ‘’Tambik anak jurai dua negeri dua’’ 6. suatu cirri umum di dalam tata kewangsaan di Indonesia ialah penilaian wangsa klassifikatoris(penilaian menurut abu-nya).Seluruh generasi orang tuanya dalam beerapa hal yang berkedudukan serupa dengan ayah dan ibu sendiri terhadap si anak.Perbedaan generasi menimbulkan larangan kawin.

C PEMELIHARAAN ANAK YATIM

1. Jika kedua orang tuanya tidak ada lagi maka yang wajib mengurus dan memelihara yatim –piatu ialah wangsa –wangsa(kerabatan) terdekat dari salah satu di antara kedua belah kelompok yang berkesempatan /berkesempatan terbaik pula.Dalam menghadapi penyelesaian yang konkret dalam dua factor tersebut adalah : a) Wangsa terdekat b) Berkesempatan terbaik (terlepas dari pilihan –pilihan anak –anak sendiri adalah urusan kerabat. c) Landraad di Jawa dan Madura dapat mengakat sesorang wali (voogd)manakala: • Timbul kesulitan mengenai hal itu • Tiada ada seseorangpun yang bersedia • Ada yang bersedia namun tidak cakap /memadai(Bab II Ordanansi S.1931-53 2. kalau di kalangan suatu suku bangsa bertata-kewangsaan khusus yang meninggal adalah salah satu orang tua yang tidak menyerahkan anak –anak ke dalam kekuasaan Kepala kerabatnya sendiri maka orang tua yang masih hidup itu melanjutkan sendiri ‘’kekuasaan orang tua’’di bawah naungan ototitas kekerabatnya ,;jelasnya dalam hal ini yang meninggal ialah ; a) si ayah Mingkabau b) si ibu melakukan perkawinan jujur di tanah Batak ,Lampung,Bali dan sebagainya 3.kalau kedua orang tua meninggal,maka kekuasaan atas anak – anak pemeliharaan diri maupun harta bendanya di dalam tata kewangsaan berkonsekwensi unilateral jatuh(menetap) di tangan Kepala –Kepala atau Pengetuan –Pengetuan kerabat yang sudah menguasai seluruh keluarga(berhubung dengan perkawinan orang tuanya)

D. PENGAMBILAN /PENGAKATAN ANAK

Nederlands: negatief. Portret van Anak Agung R...

Image via Wikipedia

1. Perkawinan ambil anak .Di dalam tata kewangsaan patrilineal ,dengan Kepala kerabat yang menguasai dan akan digunakan oleh warga –warga kerabat yang berwangsa denganya menurut garis keturunan laki –laki maka denga suatu perkawinan tanpa jujur,kewangsaan biologis itu lewat si ibu dapat diberi kekataan berlaku sosial,sehingga anak –anaknya nanti termasuk dalam kerabat (patrilineal) ibunya 2. adopsi yang terdapat merata di seluruh nusantara ,ialah suatu perbuatan memungut seseorang anak dari luar ke dalam kerabat,sehingga terjalin suatu ikatan sosial yang sama dengan ikatan kewangsaan biologis a) pertama –tama harus disebut adopsi dari anak asing di dalam suatu kelompok kewangsaan yang kuat ,suatu bagaian klan,suatu kekerabatan. b) Di Mingkabau rupa -rupanya tidak ada adopsi ,diwilayah perbatasan anatara Mingkabau dan Mandailing ada sekali sekali dua ,sedangkan di Angkola tidak ada 3. Di lembaga adopsi kemenakan (laki –laki dan peempuan)di Sulawasi ,Jawa dan tempat –tempat lain ,yang terdapat di samping adopsi anak asing serta dapat dibedakan daripadanya karena perbedaan sebutan dan tidak tiadanya pembayaraan(Gayo,Pasemah,kelompok Papandon di Lampung) • Adopsi kemenakanadalah suatu perkiaran di dalam lingkungan kerabat dalam arti luas (dapat dibandiingkan dengan perkisaran milik tanah karena pembagian harta semasa pewaris masih hidup ,adopsi semacam ini biasanya dilakukan tanpa pembayaran 4. sebagai lembaga –lembaga tersendiri dapat disebut adopsi anak tiri(anak kandung istrinya) oleh suami yang tidak mempunyai anak sendiri,seperti terdapat di Rejang (mulang jurai)perbuatan itu tidak dibenarkan selama ayah kandung dari anak itu masih hidup. 5. akhirnya perlu disebut suatu perbuatan hukum yang mengubah posisi seseorang anak dalam tata-kewangsaan,yaitu:seorang ayah memindahkan seorang atau dua orang anaknya dari bagian clan(suku)ibunya(berdasarkan perkawinan ambil –anak orang tuanya)ke dalam uku ang ayah sendiri,pemindahannya itu berdaarkan suatu pembayaran tradisional pada saat upacara nikah atau karena pembayaran kemudian(pedaut di Rejang) dan pemindahan ini termasuk pemuatan tuani.

 
Leave a comment

Posted by on January 16, 2012 in law

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: