RSS

KEKERASAN BANGSA BERBHINEKA TUNGGGAL IKA

13 May
The Coat of arms of Indonesia

Image via Wikipedia

oleh:
Desi Ariani
Jurusan Pendidikan Kewarganegaraaan
Universitas Negeri Yogykarta

Banyak sekali yang terjadi pada akhir-akhir ini yang terkadang seolah-olah mengguncang jiwa kita dan masyarakat yang terkena dampak dari kekerasaaan.Kkerasaan agaknya telah merambaj di negeri ini. Hal ini menjadi soal seirus bukan hanya persoalan penting pada permerintah namun di masyarakat sendiri yang selalu dibayang-bayangi kekegelisihan yang ketakutan dengan adanya kekersaaan tertama kekerasaaan itu di atas namakan golongan tertentu, agama tertentu.Yang demikian ini perlu adanya semangat membangun bangsa di kalngan masyarakat yang pada umumnya telah kehilangan akan kecintaan bangsa ini dengan diperlukan dadanya kesadarasn nasionalime yang ditumbuhkan sejak masih anak-anak atau di seolah dasar.

Dengan demikian maka diperlukan membangun semangat nasionalisme kembali yaitu dengan menumbuhkan rasa memiliki bangsa Indonesia.Kita perlu menguatkan kembali rasa nasionalisme di dalam jiwa manusia Indonesia. Nasionalisme didefinisikan oleh Snyder (2000: 23) sebagai the doctine that people who see themselves as distinct in thier culture, history, institutions or principle should rule themselves in political system that express and the protects those distincitive characteristic. Dengan demikian, nasionalisme dijatakan hidup jika terpenuhi dua syarat utama: adanya kesadaran berbagai budaya, sejarah, atau kelembagaaan dari para warga bangsa dan adanya prinsip untuk mengatur diri dalam suatu sistem politik tertentu yang memberi tempat bagi terekspresinya dan terlidunginya karakteristik kebangsaaan mereka.

Nasionalisme Indonesia adalah merupakan nasionalisme madani karena kesadaran kebangsaaan tersebut menyatukan perbedaaan suku, agamal ras atau golongan sosial dari semua penduduk yang mendiami suatu kesatuan wilayah bernama Indonesia. Kini nasionalisme Nasioanlisme tersebut terus menurus mengkristal ketika para pelajar dan tokoh masyarakat membentuk organisasi-organisasi sosial atau partai politik yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.Nasionalisme mengabil bentuk yang lebih nyata ketika para pemimpin bangsa merumuskan dasar negara pancasila dan konstitusi negara UUD 1945 dan ketika para tokoh Islam bersedia menganggalkan tujuh kata ‘’ dengan menjalankan syariat-syariat Islam bagi pemeluk pemeluknya’’ saat menyusun pembukaan UUD 1945 sebagai bentuk penerimaan mereka terhadap watak pluralme negara yang akan mereka dirikan.Menyebt diri sebagai bangsa Indonesia menjadi sesuau yang membagakan karena peran kepemimpinan Indonesia di dunia Non Block yang dijuluki Bung karno sebagai the new emerging forces.

Banyak orang merasakan pudarnya rasa keindonesiaan kita. Kita adalah bangsa yang plural, tetapi di pihalk lain bayak suku bangsa di Indonesia hidup dalam komunitas yang homogen dengan identitas kultur dan batas-batas teritorialnya sendiri. Di kampung halamannya, etnis lokal atau kultur pribumi merupakan sesuatu yang dominan, yang berfungsi sebagai sistem acuan dalam membimbing dengan selektif anggota komunitas tersebut melaksnakan aktivitas kesehariannya dan cara mereka memandang keadaan sekelilingnya dengan mereka sebabai bagian mikro di dalamnya.

Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah dan lemah lembut, tetapi Indonesia juga mempunyai tradisi komunal yang keras. Robert Cribb mengatakan secara intrisik masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang damai. Belanda menyebut orang Jawa sebagai manusia yang paling lembut di muka bumi (het zachtste volk ter aarde), tetapi sejarah Jawa abad ke-18 penuh simbahan darah akibat peperangan dan pembaaian.Kekejaman suku Jawa dan suku-suku lain di Indonesia juga tampak sekitar 2 juta peningkut PKI dibantai pada tahun 1965 Suku Madura mempunyai tradisi carok, suku bugis Makassar mempunyai tradisi siri, keduanya adalah tradisi membalas dendam karena dipermalukan harga diri dan kehornatannya dengan menantang berkelahi degan pihak yang mempermaulaknnya sampai salah satu di antara mereka tewas.

Dinamika nasionalisme Indonesia juga dapat dilihat dari cara masyarakat Indonesia menyikapi perbedaaan agama dalam hububgan sosial. Secara tradisional masyarakat indonesia cenderung moderat dan toleran dalam menyikapi perbedaaan agama. Iklim toleransi beragamaseperti ini tercermin pada kali diselengggarakan penghelatan perhelatan publik publik bernuasana agama. Peserta acara akbar tersebut mendapat sambutan yang hangat dari penduduk setempat.

Untuk itu hadirnya negara sangat diperlukan dalam upaya penyadaran nasionalime kembali khususnya pada bidang pendidikan yang cukup dirasa strategis untuk membangun karakter bangsa Indonesia yang lebih baik dengan mensosialisasikan nilai-nilai multikulturalisme sehinggga diharapakan warga negara memahami hakekat Nasionalisme yang berbhineka Tunggal Ika.

 
1 Comment

Posted by on May 13, 2011 in education

 

Tags: ,

One response to “KEKERASAN BANGSA BERBHINEKA TUNGGGAL IKA

  1. Armand.Net

    July 2, 2011 at 1:56 pm

    Bagus banget blogmu

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: