RSS

KONSEP MASYARAKAT MADANI (CIVIL SOCIATY)

11 Nov

 

Pada kehidupan sekarang ini kita seringkali mendengar istilah masyarakat madani atau civil society yang banyak diperbincangkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya banyak istilah yang digunakan untuk menyebutnya.Ada yang masyarakat sipil (Mansour Fakih), masyarakat kewargan (M.Rias Rasyid), dan civil society (Muhmmad A.S. Hikam). Terlihat di sini banyak istilah yang berbeda-beda dalam menyebut civil society adapun berbedaan menyebabkan hal tersebut adalah penggunaan sudut pandang yang mereka gunakan.Hal ini karena mereka terpengaruh kuat oleh konsep-konsep civil society yang telah dikembangkan oleh para ilmuwan sebelumnya, khususnya ilmuwan dari Barat.

Oleh karena itu perlu lebih jauh mengetahui konsep civil society yang tela berkembang sebelumnya. Berikut ini beberapa pemikiran civil society yang dikemukkan oleh para ilmuwan politik maupun ilmuwan sosiologi.Adapun pemikiran civil society adalah sebagai berikut :

  1. Cicero

Civil society merupakan masyarakat politik yang memiliki kode hukum sebagai dasar pengaturan hukum.Pengertian ini erat kaitannya dengan konsep warga Romawi yang hidup di kota-kota yang memiliki kode hukum (ius civile), sebagai ciri masyarakat beradab dibanding dengan warga di luar Romawi yang dianggap belum beradab.

2.Jhon Locke

Mendefinisikan civil society sebagai masyarakat poitik.Ia dihadapkan dengan otoritas paternal atau keadaan alami (state of nature) masyarakat yang damai, penuh kebijakan, saling melindungi, penuh kebebesan, tidak ada rasa takut dan penuh kesetaraan. Keadaan itu berubah setelah mansia menemukan sistem moneter dan uang.

3.Jean-Jaques Rousseau

Sumbangannya atas konsep civil society, adalah karena pendapatnya tentang kontrak social (social contract) masyarakat terwujud akibat kontrak sosial. Ia juga mempunyai konsep keadaan alamiah-manusia didorong untuk cinta pada diri sendiri yang membuatnya selalu berusaha menjaga keselematan dirinya dan naluri untuk mememsatkan keinginan-keinganan manusiawinya. Manusia pada dasarnya memiliki kebaikan-kebaikan alamiah (natural goodness). Bila terjadi perang, itu bukan fenomena alamiah, melainkan fenomena social.

4.Hegel

Civil society adalah bagian dari tatanan politik secara keseluruhan. Bagian dari tatanan politik lain adalah Negara (state).Civil sosciaty yang dimaksud adalah perkumpulan meredeka antara seseorang yang membentuk burgerlische gesllchaft (bourgeois society).Bagi Hegel, Negara adalah perwujudan’ jiwa multak’’ (absolute idea) yang bersifat unik karena memiliki logika, sistem berpikir dan berperilaku tersendiri yang berbeda dengan lembaga politik lain (civil society)

5.Antonio Gramsci

Memisahkan civil society di satu sisi dan Negara di sisi lain.Civil society melawan hegemoni Negara. Ia mendefinisikan civil sosciaty sebagai umpulan organism yang disebut ‘privat’ dengan masyarakat politik yang disebut Negara. Wilayah-wilayah institusi

privat itu antara lai gereja, serikat-serikat pekerja dan dagang, serta lembaga pendidikan

6.Alexis de Tocqueville

Civil society dapat didefinisikan sebagai wilayah-wilayah kehidupan social yang terororganisir dan bercirikan, antara lain, kesukarelaan (voluntary), keswasembadaan (self-generation), dankeswadayaan (self supporting), kemandirian yang tinggi berhadapan dengan Negara, dan keterikatan dengan norma-norma atau nilai-nilai hukum yang diikuti oleh warganya.

6.Adam Furguson

Civil society dipandang sebagai Negara, digambarkan sebagai bentuk tatanan politik yang melindungi dan mengadapkan pekerjaan-pekerjaan manusia, seperti seni, budaya, dan spirit publiknya, peraturan-peraturan pemerintah, rule of law, dan kekuatan militer.

8.Thomas Paine

Civil sosciaty dimulai dari merebaknya tradisi individualism di Amereka Serikat, saat itu muncul pemikiran bahwa Negara merupakan lembaga interpersonal

9.Ernest Gellner

Civil society adalah ‘’…masyarakat yang terdiri atas intstitusi non-pemerintah yang otonom dan cukup kuat untuk mengimbangi negara’’.

Yang lain lagi mengenai civil society disebutkan oleh UNDP (United Nations Development Programme), ang meringkaskan gamabaran sederhana menyangkut posisi civil society. Civil society merupakan sebuah  entitas yang berbeda dengan state dan private sector atau market place. Sementara government, merupakan irisan dari ketiga entitas itu. Di luar itu, ada factor internasional atau faktor global yang mempunyai pengaruh signifikan.

Akan tetapi, belakangan ada kritik tajam terhadap konsepsi civil society sebagaimana ditawarkan institusi-institusi besar, seperti Bank Dunia dan UNDP di atas, terkait dengan persoalan ideologis. Mansour Fakih, misalnya mengisyaratkan hal itu. Bagi fakih, sebagian organisasi nonperintah tanpa mereka sadari, pada saat ini berada dipersimpangan jalan, menghadapi pilihan yang sulit, namun akan sangat berpengaruh terhadap masa depan mereka, apakah organisasi non pemerintah memilih konsep diri sebagai bagian dari masyarakat sipil (civil society) ataukah memilih konsep diri sebagai bagian dari gerakan sosial (social movement).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Leave a comment

Posted by on November 11, 2010 in politic

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: