RSS

MEMBANGUN KEHIDUPAN DEMOKRASI SECARA KULTURAL DAN STRUKTURAL

03 Nov

Oleh:

Desi Ariani

Pendidikan Kewarganegaraaan

Universitas Negeri Yogyakarta

 

Kita tahu bahwa demokrasi di Negara kita memang masih bersifat procedural hal ini dapat kita rasakan dan kita lihat dari beberapa komponen kelemagaan yang ada di Negara kita masih bersifat peraturan belaka beum mengarah pada penerapan yang nyata untuk membangun demokrasi yang kokoh baik oleh pemerintah maupun masyarakatnya sendiri sehingga diperlukan adnya kesinambungan dan peranan antara kedua belah pihak sehingga akan mewujudkan Negara demokrasi yang dalam ucapan Abraham Lincoln ,demokrasi merupakan operintah ‘’dari rakyat ,oleh rakyat,dan untuk rakyat’’.

Terutama demokrasi dapat kita lihat secara jelas dari pelaksaan pemilu yang oleh Joseph Schumpeter mengartikan demokrasi sebagai kometisi memperoleh suara berarti demokrasi merupakan sebuah metode politik ,sebuah mekanisme untuk memilih pemimpin politik.Penyelenggaraan pemilu merupakan salah satu ujung tombak bagi penegakan sebuah Negara demokrasi.Penyelenggaraan pemilu diharapkan akan menciptakan pemerintahan legitimate ,sebagai prasyart utama berjalannya proses demokrasi.Sebaliknya kegagalan kegiatan pemilu akan melahirkan sebuah pemerintahan Yang cacat,baik secara politik,hukum,maupun social dan sebagainya.

Sebenarnya persoalan yang paling mendasar adalah belum adanya dasar pijakan yang kuat dalam bangunan demokrasi kita.Para pejuang demokrasi selalu menginkan hasil(output) yang baik ,tanpa memperhatikan proses yang baik.Ananya proses demokrasi yang baik secara otomatis akan mengahasilkan output demokrasi yang pasti lebih baik.Sebulum kita bicara mengenai memebangun kehidupan yang demokratis terlebih dahulu kita harus tahu apa elemem mendasar penerapan demokrasi yang antara lain :
1. adanya pemilu yang jurdil
2. adanya penerapan chek and balance dalam prose perintahan
3. adanya law enforcement
4. terbentuknya civil society

Beberapa elemen mendasar itu yang seharusnya dijadikan target awal membangun demokrasi,juga merupakan pilar –pilar demokrasi yang tidak sepatutunya dilanggar.Kehidupan demokrasi di Tanah Air kita kurang mengakar kuat yang diketahui dan dipraktekan hanya oleh segelintir elite saja dan rakyat hanya dijadikan alat untuk melegimitasikan permaianan politik para elit

Sehingga diperlukan adanya upaya untuk membangun demokrasi yang semestinya agar kehidupan bengsa dan bernegara dapat terwujud baik pemerintah ataupun rakyat.Di sini akan diuraikan mengenai upaya membangun kehidupan demokrasi dengan secara structural dan secara cultural

1.SECARA STRUKTURAL
Demokrasi merupakan sebuah ideology masyarakat modern yang perlu diterapkan.Penerapan ideology demokrasi meliputi kekuasaan legislative,eksekutif dan legislative dan ternyata itu masih sangat mandul.Stuktur –struktur tersebut belum mampu menerapkan dan menegakan pilar –pilar demokrasi .Dan semua struktur kekuasaan mudah diitervensi oleh kepentingan penguasa sehingga tidak memiliki kemandirian dalam menegakan ideology demokrasi.

Untuk membenahi hal itu diperlukan perhatian dalam merombak struktur kekuasaan Negara adalah pemisahan kekuasaan secara nyata sehingga setiap lembaga mempunyai kemandiran sehingga tidak mudah diintervensi oleh kekuasaan lainnya.Dan juga perlu diingat bahwa prinsip pembagian kekuasaan tidak akan mampu menegakan ideology demokrasi.Salah satunya adalahkekuasaan yudikatif menjadi retak bahkan mudah roboh oleh intimidasi kekuasaan penguasa padahal kekuasaan ini sebagai salah satu pilar demokrasi.

2.SECARA KULTURAL
Demokrasi harus dijadikan sebagai kultur dalam kehidupan bermasyarkat.Dan diharapkan demokrasi dapat dijadikan sebagai perilaku yang melembaga dalam masyarakat,maka dapat memiliki dasar pijakan yang kuatdalam menegakan demokrasi itu sendiri.

Dengan begitu harus diperlukan adanya pelembagaan ideology demokrasi sesal bergantung kepada kendak pimpiman atau elite.Sehingga mereka harus dibekali pendidikan politik untk berpikir secara bebas dan tidak perlu dipaksa –paksakan.Di sisi lain ideology demokrasi sangat memerlukan keteladananoleh para pemimpinatau tokoh masyarakat sebagai panutan.Dan mereka seharusnya mereka membuka diri dan transparan .Pola otoritas kekuasaan ,baik otoritas keagaman,keilmuan maupun ketokohan perlu disebarkan ke pengikutnya tanpa harus menjerat pada perilaku otoriter dan feudal.

Yang teakhir adalah penegakan dalam ideology demokrasi secara cultural yaitu kesadaran hokum masyarakat.Hukum sebagai dasar berjalannya demokrasi harus benar –benar dijunjung tinggi. Sekali lagi penerapan demokrasi bukan hanya dalam wacana saja namun ebagai praktik yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari –hari.

Oleh karena itu harus adanya penguatan –penuatan secara structural dan kulturalkekuasaan dalam suatu Negara menjadi keniscayaan untuk menegakan demokrasi.Sehingga antar keduanya dapat saling berkesinambungan dengan baik dan lancar.

 
Leave a comment

Posted by on November 3, 2010 in democracy

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: